Aneh ya judulnya? Ehm, oke. Kenapa saya beri judul hidup seperti permainan? Karena begitulah adanya menurut saya, ambil contoh : catur. Kenapa catur? Bukan, bukan karena wajah saya mirip kuda atau benteng. Tapi kita review ulang hubungan catur dengan hidup menurut pandangan saya.
Tahap awal, saat bidak bidak baru selesai disusun, kita bingung mau melangkah kemana? Apa yang harus dilakukan? Kurang pasti kan? Tapi kita tahu 1 tujuan. Yaitu menang, atau skak mat lawan. Tapi salah langkah bisa mati cepat nantinya. Bandingkan dengan tahap hidup di akhir fase remaja, atau dengan kata lain, tahap awal dewasa. Bingung kan mau kemana? Tapi tahu tujuan, sukses, bahagia dunia akhirat. Iya ga? Kalo ga iya, mati aja, ^^v. Tapi juga harus dipertimbangkan dengan matang, salah langkah susah lagi buat jadi bener, malah bisa rusak seumur hidup.
Tahap pertengahan, saat permainan mulai memanas. Kita cuma bisa “memprediksi” apa langkah selanjutnya dari lawan, dan mencoba segala hal untuk mengantisipasinya. Bandingin lagi, kita hidup juga ga tahu kan masalah masalah yang akan dihadapi selanjutnya? Jangankan itu, untuk besok aja mungkin ada masalah yang siap menunggu, walau kita ga tahu itu apa. Yang kita mampu ya bekali diri dari sekarang, atau saat masalah itu tiba, ya hadapin aja. Jangan coba lari, nanti skak mat di akhir lho. Maksudnya kalo terus lari ya itu masalah yang tadinya kecil bisa jadi besar yang matiin langkah kita nanti.
Tahap akhir, final step. Tambah panas lg, strategi berubah rubah, langkah lawan makin mendesak, kalo ga bisa tenang, salah langkah bisa mati, atau tetap tenang, dan buat lawan mati, dan menang. Begitu juga hidup. Tekanan datang dari berbagai arah, kalau kuat mental, bertahan, banyak do’a, ikhlas. Ya adem ayem aja, bandingin sama yang lemah mental seakan tak bertuhan. Masalah banyak, bunuh diri, gila, minimal stres, heuu. Yap, terkadang juga kita butuh ganti cara, metode, kebiasaan seiring berjalannya waktu, karena hidup itu selalu menuntut untuk perubahan, ke arah yang lebih baik tentu.
Yah intinya tujuannya cuma dua, mau skak mat, atau di skak mat in. Sama juga hidup, mau bahagia, atau menderita. Tentukan pilihan anda. Karena yang nentuin itu semua bukan orang lain, tapi diri kita sendiri, ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar