Minggu, 28 Oktober 2012

Pengkhianatan dalam hidup gue


 Khianat, satu kata yang akan terus ada dalam kehidupan manusia, sepanjang sejarah juga terukir jelas kalau pengkhianatan itu selalu ada dalam roda kehidupan manusia, entah pengkhianatan besar seperti yang dilakukan Brutus terhadap pamannya sendiri, atau pengkhianatan pengkhianat kecil yang sehari hari kita alami.

 Mungkin, seumur hidup gue udah sering di khianatin, entah di khianatin temen, pacar, atau mungkin saudara gue sendiri. So far gue masih bisa bertahan dengan semua pengkhianatan itu, gue masih bisa berdiri tegar, mungkin malah gue anggep itu hanya angin kencang yang menghalangi perjalanan hidup gue. Tapi pandangan gue berubah sejak kejadian kemarin menimpa hidup gue, pengkhianatan terbesar yang dilakukan oleh sesuatu yang sangat gue percaya, sesuatu yang gue percaya ga akan pernah mengkhianati semua harapan gue. Dia mengempaskan semua kepercayaan gue, merobek semua harapan gue meruntuhkan semua pertahanan gue, dan meninggalkan gue seakan gue ini sampah yang tak pantas dipandang.

Kemarin 25 Oktober 2012, pengkhianatan itu terjadi, entah dipengaruhi setan apa, sesuatu yang gue percaya malah berbalik menyerang gue. Seakan akan dia berubah dari ksatria berjubah perak menjadi raja iblis yang siap membantai teman yang sehari hari menemaninya, teman yang selalu percaya bahwa dia tak akan pernah mengecewakan harapannya. Menarik pedang yang selama ini dipakai untuk membunuh lawan, untuk diarahkan pada kawan, hati kecil gue berteriak ngilu, "Tuhan, inikahyang dirasakan caesar saat menjelang kematiannya? Dikhianati oleh orang yang sangat dipercayainya" cuma itu yang bisa gue katakan dalam hati. Perlahan namun pasti, serangan tidak terduga diluncurkan, menebas langsung pusat sambungan gue ke internet. Kalo lo masih bingung dan bertanya "kenapa malah nyambung ke internet?" ya jawabannya karena gue emang di khianatin modem smartpuk yang katanya koneksinya bisa sampai 3.1 mbps.

 Entah kenapa itu modem ga mau connect, gue juga heran dan rasanya itu yaa seperti yang gue ceritakan di atas. Sakit, sakit banget bagai dihujam ribuan pedang tak berbentuk dan menyayat tubuh ini sampai hanya tinggal cincangan cincangan daging tak bernyawa, gue rasa gue ga mampu untuk bangkit dan hidup normal selayaknya manusia biasa, hati gue terlanjur perih. Lebay? jangan ngomong gue juga tau.

 Tapi serius deh, berapa orang yang tahan sama pengkhianatan? Cuma segelintir orang, rata rata orang itu memajukan ego masing masing, dendam di taroh depan dan perasaan dibiarkan terluka tanpa perawatan, menunggu sekarat lalu mati. Contoh anadaikan cowo yang baru pertama kali pacaran dikhianatin cewe, hasilnya cuma bakal 2 jenis, trauma terus jadi gay, dendam terus jadi player, begitu pula dengan cewek, ga jauh beda. Tapi gue? Gue tetep berdiri disini dengan modem yang sama, ga ada kata trauma dan dendam, sakit hati pasti ada, tapi gue bertahan dengan semua itu? bukankah ini berarti gue orang yang oh so awesome sekali? (dan gue yakin sampe sini kalian pasti agak jijik, gapapa mau muntah juga gapapa. Itu reaksi wajar buat orang orang yang ga tahan sama ke awesome an gue).

 Dari sini gue bingung mau nulis apa, pengennya si cukup sampai disini tapi otak ga mau berenti mikir. Ah iya, yang gue heran manusia itu selalu marah kalau di khianatin sama orang yang dia kenal, tapi ga pernah marah kalau dikhianatin sama diri sendiri atau tukang dagang. Contoh, orang yang kentut saat presentasi di depan kelas itu salah satu contoh orang yang di khianati oleh tubuhnya/dirinya sendiri. Hey, logikanya siapa juga yang mau kentut di depan puluhan orang yang lagi menyimak presentasi dengan serius, depan dosen pula! Sebenarnya dia itu cuma korban, cuma korbaaaaaaaan aaaaaaargh! Oke, ini pembelaan, ehm ehm, dan satu contoh lagi. Siapa yang pernah beli barang dan penjualnya bilang "gue kasih lo harga murah" dan kita ya percaya percaya aja, orang dari harga 300 ribu jadi 250 ribu, kan lumayan gocap. dan setelah dipamerin ke temen, temen lo bilang "di situ mahal kali, mending di xxx (ini sensor, bukan judul film bokep) cuma 150 ribu. FUUUUUUUUUUUUUU

 Yaa itu cuma contoh kecil aja, dan sampe sini gue yakin kalian nanya, "maksud dari tulisan ini apa sih?" dan jawaban gue ya cuma satu, tulisan ini ga bermaksud apa apa cuma share cerita unik dan ketololan gue aja, atau kalo boleh gue bilang "ke-awesome-an" gue (jangan muntah di kamar please, lari dulu ke wc sana).
»»  READMORE...

Senin, 01 Oktober 2012

Hidup itu permainan

Aneh ya judulnya? Ehm, oke. Kenapa saya beri judul hidup seperti permainan? Karena begitulah adanya menurut saya, ambil contoh : catur. Kenapa catur? Bukan, bukan karena wajah saya mirip kuda atau benteng. Tapi kita review ulang hubungan catur dengan hidup menurut pandangan saya.

 Tahap awal, saat bidak bidak baru selesai disusun, kita bingung mau melangkah kemana? Apa yang harus dilakukan? Kurang pasti kan? Tapi kita tahu 1 tujuan. Yaitu menang, atau skak mat lawan. Tapi salah langkah bisa mati cepat nantinya. Bandingkan dengan tahap hidup di akhir fase remaja, atau dengan kata lain, tahap awal dewasa. Bingung kan mau kemana? Tapi tahu tujuan, sukses, bahagia dunia akhirat. Iya ga? Kalo ga iya, mati aja, ^^v. Tapi juga harus dipertimbangkan dengan matang, salah langkah susah lagi buat jadi bener, malah bisa rusak seumur hidup.

 Tahap pertengahan, saat permainan mulai memanas. Kita cuma bisa “memprediksi” apa langkah selanjutnya dari lawan, dan mencoba segala hal untuk mengantisipasinya. Bandingin lagi, kita hidup juga ga tahu kan masalah masalah yang akan dihadapi selanjutnya? Jangankan itu, untuk besok aja mungkin ada masalah yang siap menunggu, walau kita ga tahu itu apa. Yang kita mampu ya bekali diri dari sekarang, atau saat masalah itu tiba, ya hadapin aja. Jangan coba lari, nanti skak mat di akhir lho. Maksudnya kalo terus lari ya itu masalah yang tadinya kecil bisa jadi besar yang matiin langkah kita nanti.

 Tahap akhir, final step. Tambah panas lg, strategi berubah rubah, langkah lawan makin mendesak, kalo ga bisa tenang, salah langkah bisa mati, atau tetap tenang, dan buat lawan mati, dan menang. Begitu juga hidup. Tekanan datang dari berbagai arah, kalau kuat mental, bertahan, banyak do’a, ikhlas. Ya adem ayem aja, bandingin sama yang lemah mental seakan tak bertuhan. Masalah banyak, bunuh diri, gila, minimal stres, heuu. Yap, terkadang juga kita butuh ganti cara, metode, kebiasaan seiring berjalannya waktu, karena hidup itu selalu menuntut untuk perubahan, ke arah yang lebih baik tentu. Yah intinya tujuannya cuma dua, mau skak mat, atau di skak mat in. Sama juga hidup, mau bahagia, atau menderita. Tentukan pilihan anda. Karena yang nentuin itu semua bukan orang lain, tapi diri kita sendiri, ^^
»»  READMORE...